Google Tambah Kontrol Tindakan dan Pemakaian AI di Gemini API
Managed Agents kini punya hooks untuk memeriksa tindakan di sandbox, batas pemakaian token, dan jadwal otomatis. Kontrol ini membantu developer, tetapi tetap perlu dikonfigurasi dan diuji dengan benar.
Bayangin tim kalian memakai AI untuk memeriksa file, menjalankan kode, lalu menulis hasilnya kembali. AI itu bisa menghemat waktu, tetapi satu instruksi yang salah juga bisa mengubah file yang tidak seharusnya disentuh atau terus bekerja lebih lama dari rencana.
Google menambahkan beberapa kontrol untuk situasi tersebut di Managed Agents dalam Gemini API. Fitur ini ditujukan untuk developer atau tim teknis yang membangun alur kerja berbasis API, bukan pengguna aplikasi Gemini biasa.
Apa itu Managed Agents?
Agent adalah sistem AI yang menyelesaikan tugas melalui beberapa langkah dan memakai tools tertentu. Managed Agents adalah layanan Google yang menyediakan lingkungan cloud terisolasi agar agent bisa menjalankan kode, memasang package, mengelola file, dan mengambil informasi dari web melalui satu permintaan API.
Google masih mengelola lingkungan jalannya. Developer tetap bertanggung jawab menentukan tools yang tersedia, data yang boleh dibaca, batas jaringan, dan pemeriksaan hasil.
Kontrol yang ditambahkan Google
- Hooks untuk memeriksa tindakan tertentu. Script buatan tim kalian bisa dijalankan sebelum atau sesudah agent memakai tool di dalam sandbox. Hook sebelum tindakan dapat mengizinkan atau menolak tool call yang cocok dengan aturan.
- Batas konsumsi token. Parameter
max_total_tokensmembatasi jumlah token input, output, dan proses berpikir yang dipakai agent. Ketika batas tercapai, pekerjaan berhenti dengan statusincompletedan bisa dilanjutkan dengan anggaran token baru. - Jadwal otomatis. Scheduled triggers dapat menjalankan agent menurut jadwal cron. Lingkungan yang sama dapat dipakai lagi, sehingga file dari proses sebelumnya tetap tersedia.
- Pilihan model. Saat pengumuman 28 Juli 2026, agent
antigravity-preview-05-2026memakai Gemini 3.6 Flash sebagai default. Developer juga bisa memilih model lain melaluiagent_config.model. - Akses free tier untuk eksperimen. Project tanpa billing aktif dapat mencoba Managed Agents. Free tier bukan penggunaan tanpa batas; kuota dan ketentuan layanan tetap perlu diperiksa di dokumentasi saat kalian mencobanya.
Bacaan berguna, sekali seminggu.
Kabar AI penting, konteksnya, dan satu hal yang bisa langsung kalian praktikkan.
Contoh penerapan
Misalnya agent diminta memperbarui dependency sebuah proyek. Sebelum agent menjalankan perintah terminal atau menulis file, tim bisa memasang hook untuk menolak perintah yang menghapus folder penting. Setelah file ditulis, hook lain dapat menjalankan formatter atau mencatat aktivitas untuk audit.
Kontrol ini juga berguna untuk pekerjaan rutin seperti membuat laporan mingguan. max_total_tokens dapat mencegah agent terus mengulang analisis tanpa batas. Namun parameter ini hanya membatasi token agent. Biaya layanan eksternal, penyimpanan, atau tool lain tidak otomatis ikut dibatasi.
Detail teknis untuk developer
Konfigurasi hook disimpan sebagai .agents/hooks.json atau /.agents/hooks.json di lingkungan sandbox. Dua event yang tersedia adalah:
pre_tool_execution: berjalan sebelum tool dipakai dan dapat mengembalikan keputusanallowataudeny.post_tool_execution: berjalan setelah tool selesai. Event ini cocok untuk logging, formatting, atau pengujian, tetapi tidak bisa membatalkan tindakan yang sudah terjadi.
Field matcher memakai pola regular expression untuk memilih tool, misalnya code_execution|write_file. Jadi hook tidak otomatis memeriksa semua tindakan. Cakupannya mengikuti matcher dan jenis tool yang tersedia di sandbox.
{
"security-gate": {
"pre_tool_execution": [
{
"matcher": "code_execution|write_file",
"hooks": [
{
"type": "command",
"command": "python3 /.agents/hooks-scripts/gate.py",
"timeout": 10
}
]
}
]
}
}Batasan yang perlu diketahui
Metafora "rem" punya batas. Dokumentasi Google menjelaskan bahwa hook yang crash, timeout, mengembalikan HTTP error, atau menghasilkan JSON yang tidak dikenal diperlakukan sebagai allow. Artinya, tool tetap berjalan. Tim yang memakai hook untuk keamanan perlu menguji jalur gagal dan menambah lapisan kontrol lain, seperti pembatasan akses file, jaringan, dan persetujuan manusia.
Hook juga hanya bekerja pada tindakan di dalam remote sandbox yang cocok dengan matcher. Ia tidak otomatis mengawasi layanan eksternal di luar alur tersebut. Scheduled trigger memakai ulang lingkungan, jadi file yang tertinggal dari proses sebelumnya perlu ikut diperiksa.
Siapa yang perlu memperhatikan?
Update ini relevan jika kalian membangun agent yang menjalankan kode atau mengubah file lewat Gemini API. Kalau kalian hanya memakai Gemini untuk ngobrol atau menyusun draft, perubahan ini tidak mengubah cara penggunaan sehari-hari.
Langkah paling aman adalah mencoba satu tugas berisiko rendah, memilih tool yang benar-benar diperlukan, memasang batas token kecil, lalu sengaja menguji apa yang terjadi ketika hook gagal. Otomasi yang bisa dikontrol bukan hasil dari satu fitur. Ia lahir dari beberapa lapisan pembatas dan pemeriksaan.
Sumber diperiksa 14 September 2026: pengumuman Google tanggal 28 Juli 2026 dan dokumentasi Hooks Gemini API.
Lanjut membaca
Belajar build sistem AI yang bekerja buat kalian
Lihat akademi