Peneliti Pakai Claude Opus 5 buat Bobol OpenAI
Tim keamanan Hacktron pakai Claude Opus 5 buat merantai dua bug kritis dan bobol akun ChatGPT karyawan OpenAI, cuma berjam-jam setelah model dirilis publik.
Bug bounty biasanya soal nemu satu lubang kecil di kode yang gak kelihatan orang. Kali ini, tiga orang di Hacktron AI berhasil masuk ke jantung sistem OpenAI, dan senjatanya cuma chatbot yang bisa disewa siapa pun seharga $200 sebulan.
Apa yang baru
- Dua bug dirantai jadi satu jalan masuk: Hacktron AI menemukan kombinasi kerentanan kritis di Discourse, software forum komunitas pihak ketiga yang dipakai OpenAI, lalu dipakai buat mengambil alih akun ChatGPT beberapa karyawan OpenAI.
- Pintu masuknya foto iPhone: waktu ada yang upload gambar format HEIF/HEIC (format default kamera iPhone) ke forum, Discourse melempar file itu ke ImageMagick, lalu diteruskan lagi ke library bernama libheif buat dikonversi jadi JPEG biasa — dan di titik konversi itulah ada bug memori yang bisa disusupi instruksi jahat buat mengambil kendali server.
- Bug lama yang gak sempat diberi label: libheif sebenarnya sudah diperbaiki developernya berbulan-bulan sebelumnya, tapi perbaikan itu gak pernah dikasih CVE — semacam nomor rekam medis standar industri buat mendata kerentanan — jadi tim yang cuma memantau daftar CVE gak sadar Discourse masih menjalankan versi rentan.
- Opus 4.8 gagal, Opus 5 langsung tembus: versi Claude sebelumnya berkali-kali gagal bikin exploit yang jalan, tapi begitu Anthropic merilis Claude Opus 5, model itu memecahkan masalah yang sama cuma dalam hitungan jam.
- Ganjaran $6.500 dan tambalan cepat: OpenAI memberi bug bounty $6.500 ke Hacktron, dan Discourse merilis perbaikan dua hari setelah dilapori.
Kenapa ini penting
Ini bukan cerita tentang OpenAI ceroboh. Justru sebaliknya — kalau perusahaan sebesar itu, dengan tim keamanan penuh waktu, masih bisa ditembus lewat library open source yang jarang diaudit ulang, celah yang sama kemungkinan besar juga nyempil di stack banyak startup Indonesia yang pakai forum, CMS, atau image processor pihak ketiga tanpa pernah dicek ulang.
Yang berubah bukan skill peretasnya, tapi alatnya. Model yang bisa disewa lewat subscription bulanan sekarang cukup kuat buat nemuin bug yang dulu butuh peneliti keamanan spesialis. Ini sejalan sama pola yang muncul di kasus token Claude yang dicuri diam-diam berbulan-bulan sebelum ketahuan — ancaman ke ekosistem AI makin sering datang dari sisi infrastruktur yang dianggap remeh, bukan dari serangan yang dramatis.
Buat developer atau tim produk yang bikin fitur upload file, chatbot support, atau integrasi pihak ketiga apa pun, ini sinyal buat mulai mengaudit dependency yang dipasang bertahun-tahun lalu dan gak pernah disentuh lagi.
Bacaan berguna, sekali seminggu.
Kabar AI penting, konteksnya, dan satu hal yang bisa langsung kalian praktikkan.
Buat kalian
- Yang harus peduli: kalian yang punya produk dengan fitur upload file (gambar, dokumen, apa pun) atau pakai software pihak ketiga kayak forum komunitas — cek versi dependency-nya, terutama library pengolah gambar/dokumen yang jarang di-update.
- Yang boleh santai: kalau produk kalian gak punya fitur upload publik dan stack-nya kecil serta terkontrol penuh, risiko jenis ini jauh lebih kecil — tapi tetap layak dicatat sebagai pengingat.
- Langkah kecil pertama: buka daftar dependency di proyek kalian, cari yang paling lama gak diperbarui, dan cek changelog-nya — bug yang sudah diperbaiki tapi gak dikasih CVE, seperti kasus libheif ini, gampang lolos dari radar kalau kalian cuma mengandalkan scanner otomatis.
Kasus ini nunjukin sesuatu yang lebih besar dari sekadar satu bug bounty: kemampuan teknis makin murah, tapi kedisiplinan mengaudit sistem sendiri gak ikut jadi lebih murah. Alat buat nyerang dan alat buat bertahan sama-sama makin gampang diakses — yang menentukan siapa menang adalah siapa yang lebih rutin mengecek rumahnya sendiri, bukan siapa yang punya alat paling canggih. Itu salah satu hal yang gw latih bareng murid-murid soal cara mikir sistematis pakai AI di kelas gw.
Sumber primer: laporan TechCrunch yang mengutip laporan The Wall Street Journal dan blog Hacktron AI (techcrunch.com).
Lanjut membaca
Belajar build sistem AI yang bekerja buat kalian
Lihat akademi