Baca online, atau dapetin di inbox tiap minggu.
Google Pics: Editor Gambar AI Baru di Google Workspace
Kalian yang biasa bolak-balik dari Google Slides ke Canva atau Photoshop cuma buat crop foto atau ganti satu kata di poster, sekarang punya alasan buat berhenti buka tab baru.
Apa yang baru
- Rollout bertahap: Google Pics mulai digulirkan dalam beberapa minggu ke depan ke semua pelanggan Google AI Pro dan Ultra, serta sebagian besar pelanggan bisnis Workspace.
- Ditenagai Nano Banana: Pics dibangun di atas model Nano Banana, model generate dan edit gambar milik Google — bukan cuma bikin gambar dari nol, tapi ngedit yang udah ada dengan presisi.
- Segmentasi objek: kalian bisa isolasi satu objek di gambar dan ubah cuma bagian itu tanpa nyentuh sisanya — mirip masking manual di software edit foto, tapi di sini AI yang otomatis nentuin batas objeknya, lalu kalian tinggal kasih instruksi teks di area itu dan eksekusi beberapa perubahan sekaligus.
- Edit dan translate teks dalam gambar: ubah atau terjemahkan teks yang nempel di gambar tanpa ngerusak desain atau ganti font.
- Kolaborasi dan multi-generasi: satu prompt ngasih beberapa opsi hasil sekaligus, dan gambarnya bisa dikerjain bareng tim dalam waktu nyata.
Cara kerjanya
Pics jalan dua arah: sebagai produk berdiri sendiri, dan nempel langsung di Slides serta Docs — nyusul ke Drive belakangan. Jadi kalau lagi nyusun deck presentasi dan butuh ganti background foto produk, kalian gak perlu export ke aplikasi lain, edit, lalu import ulang. Prosesnya tetap di tab yang sama, tanpa copy-paste bolak-balik.
Suka artikel ini? Kalian bakal suka newsletter mingguan gw.
Kenapa ini penting
Buat tim marketing dan konten kecil di Indonesia yang selama ini nyewa desainer lepas cuma buat kerjaan kecil kayak ganti teks di poster promo atau resize gambar buat feed Instagram, ini motong satu langkah dari alur kerja. Yang tadinya butuh bolak-balik brief ke desainer, sekarang bisa dikerjain langsung di dokumen yang lagi dibuka.
Ini juga nambah satu pemain lagi di perlombaan tool gambar AI yang makin ramai — dan makin banyak opsi generate dari satu prompt kayak yang gw bahas waktu nyoba satu prompt ke enam model gambar sekaligus, makin penting buat kalian tahu logat tiap model biar gak asal pilih yang paling gampang diakses doang.
Yang perlu digarisbawahi: ini bukan fitur gratis. Pics cuma buat pelanggan AI Pro/Ultra dan sebagian besar akun bisnis Workspace — kalau kalian masih di plan gratis, ini belum kepakai buat kalian dalam waktu dekat.
Buat kalian
- Yang harus peduli: kalian yang udah bayar Google AI Pro/Ultra atau pakai Workspace buat kerjaan tim dan sering butuh visual cepat — poster, aset sosial media, ilustrasi buat deck — ini nambah tool yang nempel langsung di alur kerja kalian tanpa biaya tambahan.
- Yang boleh santai: kalau kalian belum langganan plan berbayar Google atau udah punya alur kerja desain yang mapan pakai tool lain, gak ada urgensi buat buru-buru pindah.
- Langkah kecil pertama: buka satu dokumen Slides atau Docs yang lagi kalian kerjain minggu ini, dan coba generate satu gambar pendukung langsung dari situ — bandingin waktunya sama alur lama kalian yang lewat aplikasi desain terpisah.
Tool baru dateng dan pergi, tapi yang bikin beda hasilnya bukan tool-nya — alur kerja yang gak perlu ganti aplikasi tiap langkah yang bikin kalian beneran lebih cepat. Itu prinsip yang gw latih bareng murid-murid di kelas gw.
Sumber primer: pengumuman resmi Google Workspace (blog.google, "Try Google Pics: Easy image creation and editing in Google Workspace").
Build 2ndbrain kalian, tingkatin produktivitas 10x lipat
Mulai BelajarBaca juga
Penulis Protes: Penerbit Rebutan Jatah Settlement Anthropic
Penulis penerima settlement $1,5 miliar dari Anthropic lapor penerbit dan agen mengklaim jatah yang bukan hak mereka — ini cara dispute yang tepat untuk kalian.
Seattle Times dan Newsday Gugat OpenAI Soal Konten Berita
Seattle Times dan Newsday menggugat OpenAI dan Microsoft, menyusul New York Times — menyebut AI generatif sebagai 'konsumen rakus' yang memakan jurnalisme sendiri.
GPT-6 Astra Rilis — Kemampuan Cyber Level Kritis, Pengawasan Menurun
OpenAI rilis GPT-6 Astra, model pertama yang capai level Critical di cybersecurity — tapi kemampuan monitoring chain-of-thought-nya justru menurun.