Baca online, atau dapetin di inbox tiap minggu.
Cara Bikin Website Tanpa Coding Pakai AI, dari Nol Sampai Online
Kalian gak perlu belajar coding buat punya website sendiri sekarang. Tools AI generasi sekarang bisa bikinin kerangka website lengkap cuma dari deskripsi teks — kalian tinggal ngarahin dan mutusin, bukan nulis kode satu baris pun. Ini langkah-langkahnya dari benar-benar nol sampai website kalian online dan bisa dibuka orang lain.
Yang kalian butuh
- Email buat daftar akun — sebagian besar tools AI website builder punya paket gratis yang cukup buat website sederhana (profil usaha, landing page, portofolio)
- Domain sendiri kalau mau alamat profesional (nama-usaha-kalian.com) — ini biasanya berbayar, sekitar ratusan ribu rupiah per tahun, tapi opsional. Kalian bisa mulai gratis pakai subdomain yang dikasih tools-nya dulu
- Konten dasar: nama usaha/nama kalian, deskripsi singkat, foto atau logo kalau ada — siapin ini dulu sebelum mulai biar prosesnya cepat
- Waktu sekitar 1-2 jam buat percobaan pertama, termasuk waktu ngedit hasil AI-nya
Langkah-langkah
-
Pilih AI website builder. Ada beberapa yang populer sekarang — cari yang punya fitur "generate dari prompt/deskripsi teks" (bukan cuma drag-and-drop template kosong). Fitur ini biasanya ditonjolkan di halaman depan tools-nya sendiri. Coba yang ada paket gratisnya dulu sebelum bayar apa pun.
-
Tulis brief website kalian sejelas mungkin. Ini langkah paling penting — hasil AI-nya sebagus brief yang kalian kasih. Pakai prompt ini sebagai kerangka, isi bagian
[ISI]:
Saya mau bikin website untuk [ISI — contoh: usaha katering rumahan,
portofolio desain grafis, profil toko online].
Target pengunjungnya: [ISI — contoh: calon pelanggan di sekitar
kota saya, calon klien freelance]
Halaman yang saya butuh: [ISI — contoh: beranda, tentang kami,
produk/layanan, kontak]
Kesan yang saya mau tampilkan: [ISI — contoh: profesional dan
rapi, hangat dan personal, modern dan minimalis]
Tolong buatkan struktur halaman dan draft teks (copy) untuk
setiap bagian, dalam bahasa Indonesia yang natural.-
Masukkan brief itu ke AI website builder pilihan kalian, atau kalau tools-nya belum punya fitur generate dari teks panjang, pakai ChatGPT/Claude dulu buat dapetin draft teksnya (pakai prompt di atas), baru tempel hasilnya ke builder pas ngisi tiap halaman.
-
Review hasil generate-nya per halaman. AI-nya bakal kasih kerangka lengkap — tata letak, warna, teks. Jangan langsung terima semua. Baca tiap kalimat, ganti yang kedengaran generik atau gak sesuai suara kalian sendiri.
-
Ganti gambar placeholder dengan foto asli. Website yang isinya foto stok generik gampang kelihatan gak personal. Kalau kalian punya foto usaha/produk sendiri, ini titik yang paling ningkatin kepercayaan pengunjung.
-
Cek tampilan di HP. Lebih dari separuh pengunjung website di Indonesia buka lewat HP, bukan laptop. Buka preview di HP kalian sendiri, pastikan tombol dan teksnya gak kepotong atau ketumpuk.
-
Publish, dan cek domain-nya jalan. Sebagian besar tools kasih opsi "publish" atau "go live" — carinya biasanya di pojok atas, tapi posisi persisnya bisa beda tergantung tools dan versi yang kalian pakai. Kalau kalian pasang domain sendiri, tunggu beberapa jam sampai maksimal 1x24 jam sebelum domain-nya kedetect penuh — ini normal, bukan tanda ada yang salah.
-
Tes dari perangkat lain, bukan cuma dari komputer yang kalian pakai bikin. Buka link website-nya dari HP kalian atau minta teman buka dari tempat lain. Ini langkah yang paling sering dilewatin — banyak orang anggap "kelihatan bagus pas gw bikin" sama dengan "kelihatan bagus buat orang lain".
Suka artikel ini? Kalian bakal suka newsletter mingguan gw.
Kalau gagal
-
Hasil AI-nya kelihatan generik, kayak semua website AI lain. Ini paling sering karena brief di langkah 2 terlalu singkat. Makin spesifik detail yang kalian kasih — nama produk asli, cerita usaha, target pembaca yang jelas — makin jauh hasilnya dari template kosong. Coba tulis ulang brief-nya dengan detail lebih personal.
-
Domain custom gak nyambung-nyambung setelah dipasang. Cek dulu apakah pengaturan DNS-nya udah disimpan bener di tempat kalian beli domain — ini biasanya butuh nyalin beberapa baris kode/alamat dari tools website ke panel domain kalian. Kalau udah lebih dari 24 jam dan masih gak jalan, biasanya ada satu baris yang salah ketik. Cek ulang persis, karakter demi karakter.
-
Bingung mau mulai dari mana karena terlalu banyak pilihan tools. Itu wajar — jangan kelamaan riset tools mana yang "paling bagus". Pilih satu yang ada paket gratisnya, coba bikin satu halaman dulu. Kalian bakal lebih ngerti kebutuhan sendiri setelah nyoba, dibanding baca perbandingan tools berjam-jam.
Website yang jadi dalam sehari itu bukan yang sempurna — tapi yang online dan bisa dilihat orang. Polesan bisa nyusul belakangan. Kalau kalian juga mau otomasi bagian operasional setelah website-nya jalan, misal notifikasi pesanan atau tanya-jawab pelanggan, ada cerita nyata soal itu di Build Story otomasi toko online kita.
Build 2ndbrain kalian, tingkatin produktivitas 10x lipat
Mulai BelajarBaca juga
Cara Bikin Voice Agent Customer Service Tanpa Coding
Cara bikin voice agent AI buat customer service tanpa coding — buat UMKM yang kebanjiran pertanyaan berulang. Lengkap sama batas aman yang wajib dipasang.
Cara Edit Video Pakai AI buat Kalian yang Bukan Editor
Cara edit video pakai AI buat creator yang bukan editor profesional — potong bagian membosankan, tambah subtitle, sampai render, tanpa belajar software rumit.
Cara Lindungi Data Kantor/Klien Waktu Pakai Tools AI
Cara lindungi data waktu pakai tools AI — checklist sebelum nempel dokumen kantor atau klien ke chatbot, plus prompt buat audit kebiasaan kalian sendiri.