Baca online, atau dapetin di inbox tiap minggu.
Gw Bangun 2ndbrain.id dalam Sehari — 3 Hal Nyaris Gagal Diam-Diam
Kalian lagi baca hasilnya sekarang. Website ini — 2ndbrain.id — gw bangun dari kosong sampai live dalam satu hari kerja. Tapi "sehari" itu angka yang menyesatkan kalau gw gak cerita tiga hal yang nyaris bikin gagal diam-diam, dan baru ketauan karena gw sengaja tes manual, bukan karena sistemnya kasih tau sendiri.
Konteksnya
Gw Andreas Tobing, founder 2ndBrAIn. Sebelum situs ini ada, konten AI yang gw share nyebar di beberapa tempat terpisah — gak ada satu rumah yang jadi pusatnya. Rencananya jelas: satu situs media, isinya artikel dan prompt siap pakai, dengan newsletter capture di mana-mana biar orang yang mampir bisa jadi subscriber.
Stack-nya udah gw putusin dari awal — Next.js, Vercel, Neon buat database, Resend buat email. Bukan riset lama, karena ini kombinasi yang udah gw pakai berkali-kali di sistem lain. Yang belum ada cuma kontennya dan tampilannya.
Target "sehari" ini bukan gaya-gayaan. Gw emang sengaja kasih diri sendiri batas waktu ketat, karena kalau gak dibatesin, proyek kayak gini bisa molor mingguan cuma buat polesan yang gak krusial di hari pertama.
Yang dibangun
Alurnya straightforward: desain sistem dulu (warna, font, komponen) berdasarkan brand guideline yang udah gw kunci sebelumnya, terus bangun halaman inti — homepage, daftar artikel, halaman detail artikel, prompt library — sambil nulis 8 artikel pertama buat ngisi kontennya biar situsnya gak keliatan kosong pas pertama tayang.
Form newsletter jadi salah satu prioritas dari awal, karena itu satu-satunya cara ubah pengunjung jadi orang yang bisa gw hubungin lagi. Gw pasang di tiga tempat sekaligus: hero halaman depan, tengah-tengah artikel, dan footer. Backend-nya nyambung ke Resend — tiap email yang masuk lewat form, dikirim ke satu audience list di sana.
Semua komponen gw tes satu-satu pas dibikin. Tombol nge-klik, form nampilin pesan sukses, halaman artikel ke-render bener. Menjelang sore, checklist di kepala gw udah keliatan hijau semua. Ternyata "keliatan jalan" dan "beneran jalan" itu dua hal yang beda, dan gw baru sadar itu lewat tiga kejadian di bawah.
Suka artikel ini? Kalian bakal suka newsletter mingguan gw.
Yang gagal
Kegagalan pertama: form subscribe gagal total, tanpa ada yang kelihatan salah. Form-nya nampilin pesan "berhasil daftar!" tiap kali dicoba — di mata gw, itu tandanya beres. Masalahnya ada di satu ID audience Resend yang gw copy-paste salah waktu setup environment variable. API call-nya tetap sukses (Resend tetap balesin status oke), tapi email yang masuk nyasar ke audience yang salah — gak ke tempat yang gw pantau.
Gw baru sadar ini karena iseng cek langsung dashboard Resend, bukan cuma percaya pesan sukses di layar. Kalau gw gak dobel-cek manual sore itu, situs ini bisa jalan berhari-hari kelihatan normal, sementara setiap orang yang daftar sebenarnya gak kesimpen di mana pun yang bener. Pelajarannya sederhana tapi gampang dilupain: "kelihatan berhasil di UI" bukan bukti sistemnya beneran jalan. Verifikasi itu harus di titik yang sebenarnya nyimpen data, bukan di pesan yang ditampilin ke pengguna.
Kegagalan kedua: judul artikel muncul dua kali di satu kartu. Ini bukan karena satu kesalahan — dua keputusan yang masing-masing benar sendiri-sendiri, tapi tabrakan pas digabung. Keputusan pertama: kartu artikel yang belum punya thumbnail asli dikasih placeholder visual biar gak kosong melompong, dan placeholder itu ditulisin judul artikelnya biar tetap informatif. Keputusan kedua, dibikin terpisah: judul artikel harus selalu tampil sebagai teks di bawah kartu, biar accessible dan gampang di-scan mata.
Sendiri-sendiri, dua keputusan ini masuk akal. Digabung, hasilnya satu kartu nampilin judul yang sama dua kali — sekali di dalam gambar, sekali lagi di teks bawahnya. Gw baru ketauan pas scroll halaman /blog beneran, bukan pas ngecek komponen satu-satu di isolasi. Solusinya gampang setelah ketauan: placeholder-nya dibikin generik per kategori aja, judulnya cukup satu tempat — di teks.
Kegagalan ketiga: gambar generate 2MB, keliatan bagus di layar gw, berat di semua tempat lain. Buat thumbnail artikel, gw generate beberapa gambar. Ukuran filenya rata-rata 2MB — gede banget buat gambar yang bakal dimuat di kartu-kartu kecil, apalagi buat pengunjung yang bukan pakai wifi kantor. Gw baru ngeh pas cek waktu loading halaman, bukan pas liat gambarnya doang.
Solusinya kompres semua gambar sekitar 90% dari ukuran asli sebelum layak tayang — dan hasilnya, secara visual, nyaris gak kelihatan bedanya. Ukuran file yang gede itu bukan tanda kualitas, cuma tanda belum dioptimasi.
Pelajarannya buat kalian
Kalau kalian gak lagi bangun sistem apa pun, tetap ada pola yang kepake: hal yang paling sering gagal itu bukan hal yang susah dikerjain — tapi hal yang gak pernah kalian verifikasi langsung. Form subscribe gagal bukan karena teknologinya rumit, tapi karena gw percaya sama pesan sukses di layar dan gak cek tempat aslinya. Judul dobel bukan karena satu keputusan salah, tapi karena gak ada yang liat gabungan dua keputusan itu di halaman beneran.
Polanya sama tiga-tiganya: "udah dipasang" bukan berarti "udah jalan". Antara dua itu, ada satu langkah yang sering dilewatin — buka hasilnya langsung, dari sudut pandang orang yang gak tau proses di baliknya, dan cek di tempat yang beneran nyimpen data, bukan cuma di pesan yang ditampilin ke kalian. Kalau kalian pegang sistem otomatis sendiri, ada juga cerita serupa soal notifikasi yang nyaris ke-blast ke semua orang sekaligus — pola gagalnya beda, tapi akar masalahnya sama: asumsi yang gak pernah dites empiris.
Bangun dalam sehari itu mungkin. Tapi "sehari" cuma keliatan mulus kalau ceritanya berhenti di bagian yang berhasil. Tiga hal ini yang bikin gw yakin situs ini beneran jalan — bukan karena gw yakin dari awal, tapi karena gw sengaja nyari titik yang mungkin salah sebelum orang lain yang nemuin duluan.
Build 2ndbrain kalian, tingkatin produktivitas 10x lipat
Mulai BelajarBaca juga
Gw Otomasi Notifikasi Toko Online, Tapi Gagal Dua Kali Dulu
Cerita bikin notifikasi pesanan otomatis buat toko online — dan dua kegagalan yang justru ngajarin gw cara bikin automasi yang beneran bisa dipercaya.
Otomasi Notifikasi Gw Nyaris Nge-Blast 6 Artikel Lama
Sebelum nyalain notifikasi artikel otomatis, gw nyaris ngirim 6 artikel lama ke semua subscriber sekaligus. Pelajarannya soal 'ingatan' sistem, bukan tugasnya.
Cara Bikin Voice Agent Customer Service Tanpa Coding
Cara bikin voice agent AI buat customer service tanpa coding — buat UMKM yang kebanjiran pertanyaan berulang. Lengkap sama batas aman yang wajib dipasang.